SOSIALISASI – Sosialisasi Stunting yang dilaksanakan Dinas Kabupaten Pulang Pisau untuk meningkatkan asupan gizi pada 1.000 hari awal kehidupan. (Foto HPK-05AYU)

HAPAKAT – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr Mulyanto Budihardjo MHlth Sc mengataka angka penyandang stanting pada tahun 2016 yang mencapai angka lebih  dari 40 persen lebih, menurun pada tahun 2017. Angka stunting tersebut menurun pada angka 30 persen.

Dikatakan Mulyanto, angka tersebut lebih rendah dibandingkan angka Nasional. Permasalahan mendasar, kata dia, bahwa antara stunting dan sanitasi saling berhubungan satu sama lain. Jika gizinya sudah baik, namun sanitasinya masih tidak memadai maka akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Mulyanto belum lama ini, adanya sosialisasi stunting agar tidak ada orang pendek yang tidak cerdas. Sebenarnya orang pendek yang cerdas itu dimulai awal 1000 hari kehidupan dan gizinya terpenuhi, namun pada masa pertumbuhan selanjutnya kurang mendapat perhatian.

 Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak. (HPK-05AYU)

BERBAGI