TRANS HAPAKAT – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau Osa Maliki (21/11/2022) mengungkapkan banjir yang terjadi sejak tanggal 14 November 2022 mengakibatkan sebanyak 1.389 Kepala Keluaga (KK) atau sebanyak 4.927 jiwa terdampak banjir.
Selain itu sekitar 86 unit rumah warga, satu fasilitas kesehatan, sembilan unit bangunan sekokah, tiga rumah ibadah di tiga kecamatan dan 11 desa juga terdampak banjir.
Dikatakan Osa Maliki, berdasarkan data TRC BPBD setempat bahwa di Kecamatan Banama Tingang banjir yang melanda sebanyak enam desa yakni Desa Ramang, Hurung, Hanua,Tambak, Pahawan dan Tangkahen masih relatif kondusif. Ketinggian debet air berkisar antara 25 – 50 centimeter, namun untuk Desa Tambak ada satu rumah ibadah dan dua fasilitas pendidikan terendam banjir.
Kecamatan Kahayan Tengah terdapat dua desa terdampak yakni Desa Penda Barania dan Desa Tanjung Sangalang dengan ketinggian air mencapai 100 centimeter. Beberapa fasilitas umum Desa Penda Barania juga ikut terendam, diantaranya gedung sekolah, dua rumah warga, dengan satu KK mengungsi. Untuk Desa Tanjung Sangalang ada dua gedung sekolah, satu rumah ibadah dan 25 unit rumah warga terendam, akses jalan yang terendam sepanjang 700 meter, dan sebanyak 31 KK telah mengungsi.
Osa Maliki mengatakan, untuk Kecamatan Jabiren Raya yakni Desa Tanjung Taruna ketinggian debit air mencapai 115 centimeter dengan sekitar 10 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 31 jiwa mengungsi,
tiga sekolah, Pustu, tempat ibadah, sebanyak 41 rumah warga terendam, serta akses jalan sepanjang 4,5 kilometer ikut terendam,
Selanjutnya Desa Tumbang Nusa sebanyak tiga kepala keluarga atau enam jiwa telah mengungsi, satu sekolah dan 32 rumah terendam. Banjir juga mulai merendam jalan Trans Kalimantan dengan ketinggian air 10 centimeter, sebanyak tujuh warga mulai terserang penyakit seperti batuk dan pilek. Untuk Desa Pilang yang terdampak sebanyak 399 KK.
Kepala Desa Tanjung Taruna Kecamatan Jabiren Raya Andi Irawan mengatakan pemeritah desa bersama warga masyarakat setempat terus melakukan upaya pemantauan pada titik-titik lokasi rawan terdampak banjir. Saat ini air masih belum surut dan diprediksi debet air terus mengalami kenaikan.
Andi Irawan menyampaikan pihak pemerintah desa terus siap siaga melakukan patroli memberikan hibauan kepada warganya agar tetap waspada, serta mengaktifkan Posko lapangan guna atisipasi dini dampak banjir bagi kelompok rentan apabila perlu evakuasi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Desa Tumbang Nusa Kecamatan Jabiren Raya Lily membenarkan sebanyak tiga kepala keluarga atau enam jiwa telah mengungsi. Banjir kali ini menyebabkan 32 rumah warga ikut terendam sehingga banyak kerusakan pada lantai rumah warga dengan ketinggian air didesa setempat mencapai 100 centimeter.
Lily menyebutkan dampak banjir telah menghambat aktivitas masyarakat, terganggunya proses belajar mengajar dari tingkat SD, SMP dan tingkat SLTA. Lahan pertanian seperti bibit rusak, mata pencaharian nelayan sungai tidak bisa melakukan aktivitas, serta mulai terjangkitnya berbagai penyakit seperti flu dan batuk. Banjir telah merendam sebagian titik jalan Trans Kalimantan.
Dikatakan Lily, pemerintah desa bersama masyarakat terus berupaya melakukan himbauan agar tetap waspada selalu bahu-membahu dan bergotong-royong dalam menghadapi musibah banjir untuk mencega terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan bisa terwujud. (Penulis: HERI WIDODO/ Editor: DUDENK)