Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperndagkop dan UMKM) Kabupaten Pulang Pisau, Elieser Jaya

TRANS HAPAKAT – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperndagkop dan UMKM) Kabupaten Pulang Pisau, Elieser Jaya (30/10/2019) mengakui bahwa pemasaran produk UMKM masih belum maksimal. Pemasaran UMKM masih diupayakan oleh pelaku usaha itu sendiri dengan segala keterbatasan.

Elieser mengatakan bahwa dirinya sudah meminta kepada masing-masing bidang di dinas untuk lebih fokus dalam konteks pembinaan para pelaku usaha UMKM. Hal ini sebagaimana yang sudah menjadi Visi dan Misi Bupati Pulang Pisau Periode 2019-2024.

Tahun depan, kata Elieser, sudah diprogramkan untuk bimbingan pelatihan berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan kualitas dan mutu dari para pelaku usaha atau UMKM, sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Pelatih untuk peningkatan produk dan mutu pelaku usaha itu, tidak hanya mendatangkan pelatih lokal, tetapi diupayakan untuk mendatangkan pelatih dari luar daerah yang memiliki kapasitas.

Menurut Elieser, ikon utama yang ada di Kabupaten Pulang Pisau adalah kerajinan rotan. Namun sementara ini untuk pemasaran kerajinan produk rotan masih diupayakan sendiri oleh masing-masing pelaku usaha. Pemasaran yang diupayakan oleh pelaku usaha itu sendiri sehingga belum maksimal. Ke depan, pihak dinas berusaha membantu untuk mencarikan pasar penjualan, baik lokal Kalimantan hingga ke luar Kalimantan.

Untuk desa penghasil kerajinan rotan, terang Elieser, ada banyak contohnya seperti Kecamatan Kahayan Hilir, Kecamatan Kahayan Tengah dan Kecamatan Jabiren. Tidak menutup kemungkinan Kecamatan Maliku dan  Kecamatan Pandih Batu juga memiliki potensi dalam menghasilkan kerajinan rotan, namun sampai sekarang Disperindagkop dan UMKM masih belum melakukan pemetaan.

Harapannya, kerajinan rotan tidak hanya menjadi kerja sampingan, tetapi dapat dijadikan mata pencaharian pokok, karena potensi yang lumayan besar baik dari sumber daya alam nya hingga sumber daya manusianya.(ONY/DENK)