Penyuluhan dan pembinaan kepada PPKBD untuk berperan aktif dalam penurunan angka stunting. (FOTO DP3AP2KB PULANG PISAU)

TRANS HAPAKAT – Sekertaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Pemberdayaan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pulang Pisau Ma’ruf Kurki (23/5/2022) mengungkapkan pemerintah setempat terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka sunting yang masih tinggi di kabupaten setempat.

Dikatakan Ma’ruf, melalui penyuluhan dan pembinaan kepada Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) yang merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah, diharapkan bisa memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat terkait dengan pencegahan stunting. PPKBD merupakan kader secara aktif mempunyai peran melaksanakan dan mengelola keluarga berencana (KB) program pengendalian penduduk,¬† maupun ketahanan keluarga, di tingkat desa dan tingkat kelurahan.

Ma’ruf menjelaskan pembinaan dan penyuluhan kepada PPKBD dimaksudkan agar edukasi dan informasi kepada masyarakat akseptor maupun calon akseptor dan ibu pasca melahirkan tentang pentingnya program keluarga berencana (KB) bagi masyarakat bisa lebih maksimal lagi. Khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama membangun norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS).

Program kelauga berencana (KB) saat ini, terang Ma’ruf, bukan hanya dua anak cukup, tetapi mencakup kepada program pembangunan keluarga dengan tujuan tercapainya keluarga bahagia dan sejahtera. Pemerintah setempat melalui dinas terkait telah menyediakan layanan KB baik Pustu, Puskesdes, Puskesmas, kepada masyarakat secara gratis. Pemahaman tentang keluarga berencana ¬†terus di kampayekan kepada masyarakat, sehingga upaya pengendalian penduduk dan angka stunting bisa diwujudkan.

Lanjut dikatakan Ma’ruf penyuluhan dan pembinaan kepada PPKBD dimaksudkan agar lebih pro aktif memberikan edukasi kesadaran terhadap masyarakat, betapa pentingnya pengendalian angka kelahiran, resiko pernikahan usia muda, dan memberikan pengetahuan mengenai pendewasaan usia perkawinan serta keluarga yang berkualitas.

Terkait upaya menekan angka stunting di kabupaten setempat, jelas Ma’ruf, selain melalui penyuluhan dan pembinaan terhadap PPKBD, terobosan lain adalah dengan membentuk tenaga pendamping keluarga di masing-masing desa dan kelurahan. Selain itu memaksimalkan peran dan tugas sebanyak 17 kampung keluarga berencana (KB) yang berada di delapan kecamatan.

Ma’ruf menambahkan angka stunting di kabupaten setempat saat ini berada di kisaran angka sebesar 23 persen. Dengan memaksimalkan peran dan tugas beberapa sektor yang sudah disiapkan sehingga target penurunan angka stunting diakhir tahun 2022 bisa mencapai 21 persen.

Untuk bisa mewujudkan capaian tersebut, papar Ma`ruf, tentunya perlu dukungan dari semua pihak. Masyarakat diminta dapat menghindari faktor resiko, seperti kondisi kesehatan ibu hamil, meningkatkan asupan gizi anak mulai dari dalam kandungan, serta mampu memenuhi kebutuhan dasar anak. (Penulis: HERI WIDODO/ Editor: DUDENK)