Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Ahmad Fadli Rahman. (FOTO TRANS HAPAKAT)

TRANS HAPAKAT – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Ahmad Fadli Rahman (22/5/2024) mengungkapkan bahwa anggota dewan memiliki tanggung jawab krusial dalam membentuk dan mengimplementasikan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi di  wilayah desa.

Dikatakannya, strategi yang diterapkan dapat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif, merangsang investasi, dan memberikan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya,  sinergi antara pihak DPRD dan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan ekonomi regional menjadi hal yang sangat penting  dalam membuat regulasi untuk mendukung dan mempermudah pelaku usaha baik sekali besar maupun UMKM.

Selanjutnya kata dia,  selain banyak sektor-sektor potensial lainnya seperti pertanian, peternakan, industri kreatif, pariwisata dan sektor lain yang memiliki peluang untuk dikembangkan. DPRD dalam pelaksanaannya  mendorong skala prioritas dengan memahami kekuatan lokal dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka tercapainya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

DPRD setempat, kata dia, juga mendorong pemerintah desa untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi melalui BUMDes maupun BUMDesma yang bisa atau mampu mendirikan desa,  asalkan dalam pengelolaan usaha mampu melihat peluang potensi usaha di wilayah masing-masing.

Ahmad Fadli Rahman juga mengingatkan kepada desa dan kecamatan yang telah membentuk badan usaha yakni BUMDes dan BUMDesma dalam menjalankan usahanya jangan sampai mematikan usaha masyarakat. Seyogyanya, BUMDes dan BUMDesma bisa memfasilitasi usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat setempat.

Ia mengatakan dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi, pihak pemerintah desa perlu memperhatikan pembangunan sumber daya manusia (SDM), memberikan akses pendidikan melalui pelatihan untuk meningkatkan keterampilan agar mampu menghadapi tantangan maupun tuntutan pasar.

Investasi pendidikan melalui program pelatihan, menurut dia,  merupakan hal yang penting guna membuka pintu kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat setempat untuk terlibat pada sektor-sektor ekonomi yang berkembang.

Ditambahkannya,  DPRD dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah desa tidak bisa diabaikan, dengan menjalin kemitraan yang efektif  dan  berkelanjutan agar bisa dipastikan menjadi agen perubahan yang membawa kabupaten setempat menuju perekonomian yang berdaya saing dan berkelanjutan. (Penulis: HERI WIDODO/ Editor: DUDENK)