Camat Maliku Efri Gusyl Pani memperlihatkan surat terkait status naiknya dua desa menjadi Desa Mandiri. (FOTO PEMERINTAH KECAMATAN MALIKU)

TRANS HAPAKAT – Camat Maliku Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Efri Gusyl Pani (20/6/2024) mengatakan hasil Pemutakhiran data Indeks Desa Membangun  (IDM)  dari 15 desa yang ada di Kecamatan Maliku terdapat dua desa yakni Desa Tahai Jaya dan Maliku Baru naik status menjadi desa mandiri.

Dirinya menyampaikan bahwa perubahan status IDM Desa Tahai Jaya dan Desa Maliku Baru pada tahun 2024 ini menjadi desa mandiri adalah bagian dari banyaknya perkembangan di dua desa tersebut terhadap kegiatan di bidang pemerintahan, pembangunan, pembinaan, kesejahteraan maupun bidang sosial lainya.

Perubahan Status IDM dua desa di Kecamatan Maliku menjadi Desa Mandiri adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan data pembangunan, ekonomi dan sosial masyarakat dan kebutuhan layanan dasar yang semakin baik.

Efri Gusyl Pani berharap trend positif menjadi salah satu acuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan dana desa (DD) sehingga adanya dana desa benar-benar di rasakan manfaatnya olah masyarakat desa setempat. Berdasarkan hasil pemutakhiran data bahwa status IDM kedua desa tersebut berdasarkan  komponen data melalui sistem aplikasi sesuai keadaan riil lapangan,  dan merupakan keberhasilan pemerintah desa dalam membangun desanya.

Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (P3MD) Kabupaten Pulang Pisau, Enny Trastuti mengatakan selaku selalu koordinator wilayah Kecamatan Kahayan Tengah dan Maliku berdasarkan penilaian website Kementrian Desa PDTT bahwa kategori indek desa sesuai regulasi terdiri dari lima kategori yakni sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju dan mandiri.

Dirinya menjelaskan dari kelima kategori tersebut untuk wilayah Kecamatan Maliku terkait indeks desa  membangun (IDM) dari 15 desa terdapat sebanyak tiga desa kategori berkembang sebanyak 10 desa, kategori maju dan dua desa naik status menjadi desa mandiri yaitu Desa Tahai Jaya dan Desa Maliku Baru.

Menurutnya, kenaikan status menjadi desa mandiri sesuai hasil verifikasi faktual di lapangan kedua desa tersebut beberapa gambaran sebagai komponen seperti data penduduk, perangkat desa, potensi baik. Termasuk  lahan perkebunan, pertanian, sarana pendidikan, kesehatan, aksesibilitas infrastruktur hingga mitigasi bencana tersaji dengan baik. Hal ini dapat tergambarkan dan menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam hal pengambilan kebijakan.

Ditambahkannya dengan berubahnya status dua desa menjadi desa mandiri, tak lepas kerja keras pemerintah desa, TPP Kecamatan Maliku, pendamping desa terkait pemutakhiran data IDM hingga 100 persen. Hal ini yang menjadi perhatian  karena akan bertransisi pada tahun berikutnya menjadi indeks desa (ID) yang di kelola langsung oleh Bappenas. (Penulis: HERI WIDODO/ Editor: DUDENK)