Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau, Salahudin.(FOTO TRANS HAPAKAT)

TRANS HAPAKAT – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau Salahudin mengatakan sesuai dengan prediksi Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ada dua kecamatan wilayah selatan yang terlambat memasuki mesim penghujan yakni Kecamatan Kahayan Kuala dan Pandih Batu.

Salahudin berharap hujan bisa turun merata di seluruh Kabupaten Pulang Pisau. Prediksi BMKG sendiri musim hujan seharusnya sudah masuk pada minggu ketiga bulan November 2019. Terkait dengan masih terjadinya hot spot atau titik api kebakaran hutan dan lahan, kata dia, hal ini dikarenakan adanya pembakaran yang dilakukan secara sengaja.

Asap kebakaran hutan dan lahan yang masih ada sampai saat ini, terang Salahudin, memang sengaja di bakar oleh faktor manusia. Masyarakat masih berfikir, dicabutnya status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan membuat masyarakat berani melakukan pembakaran untuk memperluas lahan dengan cara membakar untuk menyempatkan musim tanam. Padahal, belum sepenuhnya wilayah setempat memasuki musim hujan yang merata.

Untuk prediksi cucaca di tahun 2020 mendatang, terang Salahudin, dari  informasi yang diterima adalah terjadi El Nino Lemah. Tetapi prediksi ini tidak bisa dijadikan kepercayaan karena kondisi alam tidak bisa ditebak, semua bencana bisa terjadi setiap saat dan tinggal bagaimana masyarakat bersama pemerintah mengantisipasi untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan.

Sebagai antisipasi masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan, kata Salahudin, pihak BPBD Kabupaten Pulang Pisau hingga saat ini masih tetap melakukan patroli untuk mencegahnya terjadi kebakaran lahan.

Salahudin berharap untuk di Tahun 2020 yang akan datang akan ada penambahan fasilitas seperti mobil Damkar dan mesin pompa air untuk mendukung peralatan di BPBD setempat.(PUTRA/DENK)