( FOTO ILUSTRASI )

TRANS HAPAKAT – Keluhan kenaikan tagihan listrik prabayar dan rekening PDAM per Juni 2020 disampaikan sejumlah pelanggan di Kabupaten Pulang Pisau.  Pembayaran tagihan dua rekening yang menjadi kebutuhan dasar rumah tangga ini mengalami kenaikan drastis mencapai lebih dari 50 persen.

Abdussalam salah satu masyarakat yang sehari-hari berdagang telur di Pasar Patanak Pulang Pisau kelurahan Pulang Pisau Kecamatan Hilir mengungkapkan bahwa kenaikan ini membuat pelanggan bertanya-tanya.  Biasanya setiap bulan, dirinya hanya membayar rekening PDAM rata-rata sebesar Rp130 ribu, ketika membayar tagihan PDAM bulan Juni ini naik hingga lebih Rp200 ribu. Menurut Abdussalam pemakaian dan penggunaan air PDAM rata-rata sama saja dalam setiap bulannya.

Selain PDAM, terjadi kenaikan pembayaran rekening listrik juga bervariasi untuk masing-masing pelanggan. Rata-rata pelanggan listrik mengeluhkan terjadinya kenaikan tagihan dari pembayaran yang dilakukan setiap bulannya.

Salah satu pemilik toko di Pasar Patanak Pulang Pisau yang kerap disapa Elis mengaku kaget ketika membayar tagihan rekening listrik di Kantor Pos Pulang Pisau pada Jumat (19/6/2020). Dirinya harus membayar tagihan sebesar lebih Rp423 ribu. Sebelumnya pemakaian rata-rata hanya Rp280 ribu setiap bulan.  Selisih kenaikan mencapai Rp142 ribu lebih.

Terus terang, kata Elis, kenaikan tanpa adanya penjelasan ini sangat memberatkan bagi dirinya yang berpenghasilan pas-pasan. Apalagi saat sekarang ini musim pandemi COVID-19, penghasilan dari dagangan tidak seperti biasanya, sedangkan pemakaian listrik juga seperti biasa dan tidak berlebihan, tapi tagihan pembayaran malah naik.

Anehnya, lanjut  Elis, saat dia Tanya kepada temannya yang seorang PNS, pembayaran tagihan listrik normal dan tidak mengalami kenaikan. Justru dirinya yang swasta ini dibebankan kenaikan tagihan, sementara orang yang lebih mampu justru tagihannya turun.

Dia juga mengaku sudah mendatangi pihak PLN untuk mengklarifikasi terkait kenaikan tagihan tersebut, tetapi jawaban PLN terlalu teknis dan Elis mengaku kurang paham. Elis mengaku hanya tahu pemakaian listrik ditempatnya seperti biasa, tetapi tagihan pembayaran justru naik.

Koordinator Pembacaan Meter PT PLN (Persero) Pulang Pisau Udin mengakui didatangi sejumlah pelanggan terkait dengan kenaikan tagihan listrik bulan Juni. Udin mengaku rata-rata pelanggan atau warga yang mendatanginya mempermasalahkan kenaikan pembayaran tagihan listrik. Pihaknya tetap menjelaskan bahwa pihaknya memiliki data angka meter hasil pencatatan yang kemudian dikonversikan ke pembayaran tagihan.

Penjelasanya memang agak rumit, tetapi  Udin mengatakan bahwa pembayaran sudah sesuai dengan angka meter yang telah tercatat.

Dia mencoba menjelaskan, pada bulan akhir April yang lalu memang sempat terjadi penundaan pembacaan meter akibat pandemi COVID-19 di Pulang Pisau. Pada bulan akhir April tersebut, pembaca meter tidak turun ke lapangan, tagihan hanya dihitung dari rata-rata pemakaian per bulan. Apabila asumsi tagihan bulan April-Mei tersebut terlalu rendah maka dapat dipastikan tagihan untuk bulan Mei-Juni terjadi kenaikan.

Udin menyarankan, apabila pelanggan PLN ingin mengklarifikasi tagihan dapat mendatangi pihak PLN setempat dengan membawa serta bukti fisik berupa foto angka KWH Meter terakhir. Petugas bisa menjelaskan dengan menunjukan foto dengan  angka KWH Meter yang ada di komputer kantor PLN.

Terkait dengan keluhan warga terhadap kenaikan tagihan pembayaran PDAM,  Direktur PDAM Pulang Pisau, Sis Hernawa saat dihubungi, Jumat (19/6/2020) mengungkapkan hal yang sama. Pelanggan yang merasa keberatan dengan kenaikan tagihan, bisa mengklarifikasi dengan mendatangi bagian pembacaan meter yang ada di kantor PDAM Pulang Pisau.

Kalau memang terjadi kesalahan, kata Sis Hernawa, itu merupakan tanggungjawab dari pembaca meter. Petugas nantinya melakukan pemeriksaan foto angka meter dengan data yang ada di komputer PDAM setempat, apakah sesuai atau tidak kubikasi pemakaian dengan tagihan yang harus dibayar oleh pelanggan. (MUHAMMAD FIKRI/ DENK)