Pembangunan penimbunan jalan masuk Polsek Jabiren Raya yang belum mendapat perbaikan dari pihak kontraktor pelaksana. (FOTO TRANS HAPAKAT)

TRANS HAPAKAT – Perbuatan kurang menyenangkan dialami wartawan salah satu media bernama Sendri yang bertugas di Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau.

Kronologis berawal saat Sendri melakukan komunikasi via seluler kepada kontraktor pemenang lelang pekerjaan pembangunan kantor Polsek Jabiren Raya yang mengaku bernama Jerry, Senin (25/4/2022).  Sendri mengungkapkan komunikasi yang dilakukan kepada kontraktor tersebut tujuannya adalah memberi masukan sesuai fungsi dan peran kontrol sosial awak media terkait dengan pembangunan dan timbunan jalan menuju Polsek Jabiren Raya yang kondisinya sudah mulai berlobang.

Dikatakan Sendri, masukan sebagai kontrol sosial tersebut dinilai wajar sebagai peran pers terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan, termasuk pembangunan fasilitas pelayanan publik. Dari hasil percakapan via seluler, dirinya justru mendapatkan perlakuan dan kata-kata tidak menyenangkan dari kontraktor.

Dalam percakapan tersebut, pria bernama Jerry tersebut menyebut  ” tidak ada urusan dengan kamu atau wartawan dan pihak Polsek setempat, saya (kontraktor) hanya berurusan dengan Kapolres Pulang Pisau ”  yang saat ini dijabat AKBP Kurniawan Hartono.

Bahkan dalam pembicaraan tersebut sesuai keterangan Sendri, dirinya menyayangkan sikap arogansi dari pihak kontraktor. Ia juga mengancam melaporkan anggota Polsek setempat, siapapun, termasuk wartawan kepada Kapolres Pulang Pisau jika berani melaporkan pekerjaannya.

Diungkapkan Sendri, di era keterbukaan informasi publik ini masih ada kekuatan idealisme media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial yang dijalankan secara konsisten. Pers juga tetap melaksanakan fungsi selalu menghormati hak asasi setiap orang, menjalankan kode etik jurnalistik, melakukan perimbangan terhadap sebuah pemberitaan. Bahkan wartawan dituntut profesional dan terbuka, serta mendapat kontrol dari masyarakat.

Peran pers sangat penting dalam menyampaikan pesan maupun informasi kepada masyatakat luas, pelaku bisnis, termasuk para pengusaha atau kontraktor yang menggunakan anggaran bersumber dari keuangan Negara. Memang harus diakui sebagai kontrol sosial dari sebuah profesi ini, banyak orang yang tidak senang terkait dengan keberadaan wartawan, sehingga terjadi  kejadian seperti yang dialami oleh dirinya.

Dikonfirmasi www.transhapakat.web.id, pihak kontraktor yang mengaku bernama Jerry telah membenarkan kejadian tersebut. Diriya menilai seolah-olah merasa diperintah oleh wartawan untuk disuruh memperbaiki pekerjaan timbunan yang berlobang tersebut. Dirinya berasumsi, selaku pihak pemborong hanya Kapolres lah yang berhak memberikan perintah kepada kontraktor.

Menurutnya, dari pihak kontraktor mengakui bahwa pekerjaan tersebut dalam masa pemeliharaan, sehingga pihak kontraktor masih berkewajiban melakukan penyelesaian pekerjaan sampai masa pemeliharaan pekerjaan berakhir. (Penulis: HERI WIDODO/ Editor: DUDENK)