NOVIA PALUPI, penyanyi dan pencipta lagu asal Kabupaten Pulang Pisau.

TRANS HAPAKAT – Novia Palupi, penyanyi dan pencipta lagu bergenre pop Dayak asal Kabupaten Pulang Pisau terus berkarya ditengah pandemi COVID-19 dengan merilis lagu  “Melai Menetep Intu Huma”.

Palupi menceritakan bahwa lagu ini sengaja ia diciptakan untuk mengingatkan dan meningkatkan kepedulian sosial masyarakat ditengah pandemi COVID-19, sekaligus juga appresiasi terhadap pelaksanaan penerapan protokol kesehatan menuju normal baru yang didambakan oleh seluruh masyarakat di Indonesia. Selain itu dirinya juga memiliki motivasi ingin membantu pemerintah setempat dan seluruh petugas medis sehingga masyarakat selalu ingat anjuran dan himbauan pemerintah untuk bersama mencegah penyebaran COVID-19.

Sebagai seniman dalam bidang musik, dirinya terpanggil untuk mendukung dengan menuangkan lewat lagu berbahasa Dayak agar dapat mudah dimengerti oleh masyarakat Kalimantan Tengah khususnya Kabupaten Pulang Pisau. Terlebih setelah nantinya normal baru dalam tatanan masyarakat diterapkan, seluruh masyarakat tetap tertib beraktivitas mengikuti protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19.

Menurut pria kelahiran 3 November 1986 ini, mengapa baru muncul ide pembuatan lagu “Melai Menetep Intu Huma” karena ada sedikit kendala. Salah satunya adalah dalam penyusunan kata-kata dalam bahasa Dayak dengan baik dan benar sehingga menghasilkan syair lagu yang menarik untuk disimak dan didengar oleh masyarakat.

Dalam arasemen musik lagu berdurasi 3 menit 49 detik ini, terang Palupi, dibantu oleh Eza Prisdian dengan pembuatan video klip digarap oleh Sucipto yang juga personel dari Hapakat Digital Creative bersama kawan-kawan lainnya.

Salah satu pionir dari kegiatan Suar Seni dan Budaya Kabupaten Pulang Pisau ini juga mengaku tetap konsisten mencipta lagu dengan bahasa Dayak Ngaju berbalut aliran pop. Bangga Hapa Kutak Itah.

Bagaimana rilis lagu “Melai Menetep Intu Huma” ini. Masyarakat bisa dengarkan di berbagai channel youtube yang kini juga telah tersebar melalui grup Whatapps dan di share di media sosial. Jangan berhenti berkarya walau ditengah Pandemi COVID-19. (GND/ DENK)