(FOTO ILUSTRASI)

TRANS HAPAKAT – Kepala Desa Tahai Baru Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau Guswantoro (20/6/2021) menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan menyesali perbuatannya yang menggelar hiburan  mendatangkan Disk Jokey (DJ) saat pembukaan usaha cafe miliknya pekan lalu yang banyak menuai komentar beragam dan perbincangan di masyarakat.

Guswantoro dirinya atas nama pribadi dan selaku kepala desa mengaku khilaf dan melakukan kesalahan  atas hiburan musik yang mengundang kerumunan ditengah pandemi COVID-19. Akibatnya sampai dilakukan pemanggilan kepada dirinya oleh Camat dan Kapolsek setempat. Terkhusus kepada seluruh masyarakat Desa Tahai Baru Kecamatan Maliku, dirinya bersta keluarga besar meminta maaf.

Dikatakan Guswantoro, sebagai seorang kepala desa dan sebagai Ketua PPKM berbasis Mikro dalam penanganan pengendalian COVID -19 di desanya, harusnya bisa menjadi panutan bagi warga dan hiburan musik yang juga menghadirkan penari itu tidak pantas dipertontonkan di masyarakat. Selain itu kegiatan yang menimbulkan kerumunan masa saat ini adalah perilaku yang tidak dapat dibenarkan.

Guswantoro menuturkan tidak ada rencana gelar pertunjukan musik DJ saat peresmian cafe miliknya itu. Hiburan musik adalah bantuan dari seorang temannya, bahkan semua biaya kesuluruhan acara musik tersebut di tanggung oleh temannya itu. Meskipun yang hadir tidak seperti yang  diperkirakan orang, hadir berkisar antara 80-100 orang, tetapi tetap

Lanjut dikatakan Guswantoro dirinya telah dipanggil oleh Camat dan Kapolsek setempat untuk dimintai keterangan dan dirinya mengaku salah dan khilaf serta mengucapkan permohonan maaf. Selain itu tidak melakukan kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan di masyarakat karena COVID-19.

Dikonfirmasi www.transhapakat.web.id, Kapolsek Maliku Ipda Lasser Kristovor (19/6/2021) mengungkapkan bahwa Kepala Desa Tahai Baru Kecamatan Maliku telah mengakui keselahannya atas terselengaranya musik hiburan musik DJ yang digelar di café yang berada di halaman rumah.

Dikatakan Lasser pihaknya saat ini masih memberikan toleransi dan pembinaan. Namun, apabila hal tersebut diulang kembali, berbentuk kegiatan lain dan berpotensi  bisa menimbulkan kerumunan warga, Polsek setempat akan bertindak tegas sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku.

Camat Maliku Teras  mengaku prihatin atas perbuatan yang dilakukan oleh oknum kepala desa di wilayahnya. Dirinya berharap kepada seluruh kepala desa di wilayah Kecamatan Maliku dapat memetik pelajaran berharga dari peristiwa yang terjadi di Desa Tahai Baru. Sementara selama pandemi COVID-19  yang belum berakhir ini, jangan memaksakan untuk melaksanan kegiatan hiburan yang bisa mendatangkan masyarakat dalam jumlah banyak.

Dikatakan Teras, bahwa kepala desa adalah panutan dan pelayan serta menjadi contoh tauladan bagi warganya. Hindari perbuatan yang yang dapat meresahkan di masyarakat. (Penulis: HERI WIDODO/ Editor: DUDENK)