Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo besama sejumlah pimpinan OPD mengikuti video conference terkait rencana pemerintah pusat terhadap program Food Estate. (FOTO DISKOMINFOSTANDI PULANG PISAU)

TRANS HAPAKAT – Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo (1/6/2020) mengatakan bahwa Pulang Pisau sebagai lumbung padi ternyata menjadi perhatian pemerintah pusat untuk dikembangkan lebihlanjut  dan direncanakan menjadi Food Estate atau kawasan pangan skala luas terpadu di Kabupaten Pulang Pisau.

Usai mengikuti video conference (Vicon) Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pembahasan tentang program Food Estate dengan sejumlah menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,  Edy Pratowo mengungkapkan terkait rencana pengembangan program Food Estate dan penyiapan sumber bahan bakunya, pemerintah pusat mencanangkan seluas 300 ribu hektar lahan pertanian baru untuk Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas.

Dikatakan Edy Pratowo, dalam rapat koordinasi terbatas itu Kabupaten Pulang Pisau lebih berpeluang terpilih untuk dikembangkan sebagai Food Estate. Pemerintah setempat juga masih menunggu karena hasil dari rapat akan dilaporkan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Edy Pratowo juga  menyampaikan atas nama pemerintah setempat mengucapkan rasa terimakasih dan bangga karena hasil karya masyarakat Kabupaten Pulang Pisau dapat ditindaklanjuti dengan pembangunan industri terpadu yang modern. Dengan pengelolaan pertanian yang modern ini, tentunya hasil yang dicapai dari pertanian padi menjadi lebih baik lagi dan bisa bertahan lebih lama karena proses mekanisasi. Setelah program ini dicanangkan, pemerintah daerah berharap agar pelaksanaan program ini bisa terus dikawal minimal tiga tahun agar ada kelanjutannya

Melalui program pemerintah pusat ini, terang dirinya, diharapkan juga bisa tercipta lapangan kerja baru bagi masyarakat. Artinya cita cita kita menjadikan Pulang Pisau sebagai kota industri mudah-mudahan bisa segera terwujud.

Deangan adanya program Food Estate tersebut, menurut Edy Pratowo, lahan gambut yang setiap tahun kebakaran bisa diusahakan menjadi lahan yang produktif, dengan melihat potensinyadan tidak harus tanaman padi. Namun bisa dikembangkan kepada tanaman lainnya seperti semangka dan bawang merah. Ada sebanyak 78 ribu hektar lahan eksiting yang siap dikolaborasikan, ada palawija, holtikultura, dan tanaman lainnya selain padi. (RLS/ DENK)