(FOTO ILUSTRASI)

TRANS HAPAKAT – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pulang Pisau Yoppy Satriadi mengungkapkan dirinya banyak mendengar masukan dan keluhan dari masyarakat bahwa masih ada pangkalan yang menjual gas elpiji 3 kilogram atau gas melon bersubsidi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepada www.transhapakat web.id, legislator PDI Perjuangan ini berharap gas elpiji bersubsidi semestinya dijual jangan melebihi HET karena elpiji diperuntukan kepada masyarakat miskin.

Dikatakan Yoppy, terkait dengan pengawasan dalam distribusi itu menjadi ranahnya Disprindagkop UMKM yang juga bertugas menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok termasuk harga gas elpiji bersubsidi, serta pihak kepolisian kepada bidang penindakan, manakala ada agen dan pangkalan bermain secara ilegal.

Menurut Yoppy, dalam hal ini DPRD setempat selalu menunggu laporan dari masyarakat jika memang ada pangkalan yang menjual diatas harga HET. Lebih bagus lagi disertai bukti – bukti sehingga pihaknya dapat menindaklanjuti kepada dinas terkait. Sekalipaun tidak ada bukti, legislator setempat juga terus memantau di lapangan. Bila ditemukan bukti, konsekuensinya dinas/instansi terkait bisa mencabut ijin usaha.

Yoppy mengungkapkan jangan bermain-main dengan harga kebutuhan pokok termasuk harga elpiji bersubsidi, apalagi masyarakat saat ini dalam kondisi jatuh dan susah. Apabila ada yang memanfaatkan situasi dan mencari keuntungan sepihak di saat seperti ini, selain dosa juga ada hukuman berat dan bisa saja dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Hasniatunisa, ibu rumah tangga di Desa Anjir Pulang Pisau Kecamatan Kahayan Hilir (11/8/2020) berharap pengawasan terhadap distribusi dan harga jual gas elpiji bersubsidi bisa lebih diperketat. Jangan sampai harga jual di tingkat pangkalan semakin tak terkendali. Selama ini alasan kenaikan harga terjadi di tingkat pengecer, tetapi mengapa pangkalan menjual gas elpiji kepada pengecer dalam jumlah yang cukup banyak dan secara aturan tidak diperbolehkan.

Tim pengawasan, kata dia,  seharusnya bisa lebih intens turun ke lapangan untuk memastikan harga tersebut sudah sesuai dengan apa yang ditentukan oleh pemerintah dengan agen dan pangkalan.

Menurut Hasniatunisa  harga jual gas elpiji melebihi HET terjadi sudah lama dan sudah menjadi rahasia umum tetapi belum ada ketegasan yang diambil pemerintah. Harga jual gas elpiji di pangkalan yang berada di Kelurahan Pulang Pisau saja dijual bisa seharga Rp25 ribu per tabungnya. Pangkalan juga harus terbuka memasang nama pangkalan dengan disertakan HET. (Penulis: HERI WIDODO/ Editor: DUDENK)