Salah satu penyedia hewan potong sapi yang ada di Desa Kantan Muara Kecamatan Pandih Batu. (FOTO TRANS HAPAKAT)

TRANS HAPAKAT – Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Godfridson melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Ibrahim (20/5/2024) mengungkapkanĀ  menjelang datangnya hari raya Idul Adha 1445 Hijriah, penjual hewan kurban yang mendatangkan hewan ternak dari luar daerah atau antar pulau wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Ibrahim menjelaskan, pada peraturan ini diwajibkan untuk para penjual hewan kurban di kabupaten setempat. Tidak hanya SKKH saja melainkan harus memiliki surat keterangan jalan untuk ternak dan hasil uji laboratorium. Tujuannya ini adalah untuk memastikan kondisi hewan yang didatangkan dari luar daerah benar sehat dan bebas dari penyakit.

Seperti contoh, kata dia, salah satu pemasok hewan potong sapi yang ada di Desa Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir juga wajib memiliki SKKH. Setiap pemasok ini harus mengikuti peraturan, jika tidak ada SKKH ditolak untuk melakukan jual beli hewan potong di Kabupaten Pulang Pisau.

Lanjut dijelaskan Ibrahim, untuk hewan ternak lokal tidak perlu ada SKKH karena sudah resmi berada di wilayah Kabupaten Pulang Pisau dikarenakan sudah memiliki Puskeswan yang tersebar di setiap kecamatan. Selain itu juga telah disediakan dokter hewan yang di tempat sebagai kepala Puskeswan tersebut.

Ia mengatakan, menjelang Idul Adha ini Dinas Pertanian setempat juga tetap bekerjasama dengan Kemenag Kabupaten Pulang Pisau untuk melakukan pendataan hewan kurban di setiap lokasi pemotongan. Upaya ini dilakukan agar tim pengawas yang ditugaskan bisa memantau dan mengecek kondisi kesehatan hewan kurban.

Menurut Ibrahim, sebenarnya untuk ketersediaan hewan potong seperti sapi Kabupaten Pulang Pisau tidak kehabisan stok, karena daerah kita menjadi salah satu penyangga hewan ternak untuk wilayah Kalimantan Tengah. Hampir sebagian besar pemasok ternak sapi selalu tersalurkan untuk kebutuhan masyarakat di setiap hari besar keagamaan maupun hari-hari biasa.

Dirinya menambahkan, dengan menjadi salah satu populasi peternakan terbesar tentunya peningkatan kualitas dan kuantitas bidang peternakan harus terus dikembangkan untuk bisa lebih maju lagi agar para pemasok hewan potong tidak lagi mendatangkan dari luar daerah. (Penulis: ARIEF SUSENO/ Editor: DUDENK)