Simulasi kesiapsiapsiagaan penanggulangan bencana Karhutla. (FOTO TRANS HAPAKAT)

TRANS HAPAKAT РKapolres Pulang Pisau AKBP Kurniawan Hartono (21/9/2021) mengungkapkan Apel Gladi Lapang Penangulangan Bencana dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan dalam penanganan serta antisipasi dini penangulangan saat terjadi bencana baik bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) maupun bencana banjir dan  bencana lainya yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau.

Dikatakan Kurniawan sesuai arahan dari Bupati Pulang Pisau Pudjiruststy Narang semua komponen bisa besinergi dalam mengatasi bencana, bahwa bencana karhutla pada tahun dapat dikendalikan secara bersama baik secara kemandirian maupaun secara keterpaduan. Hal tersebut di dukung oleh musim kemarau yang relatif singkat, saat ini fokus pada penanganan bencana banjir yang tedampak pada tiga kecamatan, antara lain Kecamatan Banama Tingang, Kahayan Tengah, dan Jabiren Raya.

Dirinya mengajak kepada seluruh OPD , Lembaga, dan dunia usaha untuk bersama-sama secara sinergitas dan berperan aktif dalam menunaikan misi kemanusiaan terutama bagi masyarakat terdampak banjir dengan memberkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak.

Pemerintah kabupaten setempat telah menetapkan status siaga darurat penangulangan bencana banjir selama 14 hari mulai tanggal 2-15 September 2021 dan dilakukan perpanjangan masa status selama tujuh hari dari tanggal 16-22 September 2021, sebagai bentuk konsisten pemerintah kabupaten setempat dalam penanganan bencana banjir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau Salahudin  mengatakan gelar apel rekon penangulangan bencana kebakaran hutan dan lahan dan bencana banjir adalah pengintegrasian pelaksanaan tugas dan fungsi BPBD dalam penangulangan bencana daerah.

Dikatakan Salahudin, rekon merupakanbupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan yang merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam penangulangan kebakaran hutan dan lahan dan bencana banjir. Selain itu memberikan penyajian kualitas data, informasi dan pelaporan kejadian bencana melalui optimalisasi pemanfaatan Pusdalops, Command Center serta peralatan teknologi informasi dan komunikasi.

Terkait dengan personil dan sarana pendukung, kata Salahudin, dirinya mamberikan apresiasi kepada TNI dan POLRI sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana baik bencana Karhutla maupun banjir. Atas dukungan seluruh OPD, kemitraan, dunia usaha, masyarakat peduli api (MPA) dan seluruh lapisan masyarakat sehingga saat terjadi tanggap darurat kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung sudah dipersiapkan.

Selanjutnya kerjasama dengan kemitraan dalam penangulangan bencana, sebagai penyokong mulai dari deteksi dini hingga melakukan pemadaman, karena kemitraan sendiri mempunyai personel yang mereka latih dan dibekali dengan peralatan. (Penulis: HERI WIDODO/ Editor: DUDENK)