Banjir menggenangi ruas jalan Trans Kalimantan Desa Penda Barania. (FOTI IST/ TRANS HAPAKAT)

TRANS HAPAKAT – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulang Pisau Tony Harisinta (8/11/2021) mengungkapkan penetapan status siaga darurat banjir selama 15 hari, terhitung sejak tanggal 8 – 22 November 2021. Penetapan status ini menyusul terjadinya banjir di ruas Jalan Trans Kalimantan Desa Penda Barania Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau.

Dikatakan Tony Harisinta, penetapan status siaga darurat banjir ini setelah sebelumnya dilakukan rapat koordinasi bersama lintas sektor diantaranya TN, POLRI, Badan Penangulan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberikan dan menyusun rencana terhadap bantuan yang dibutuhkan di lokasi.

Tony Harisinta mengatakan bahwa bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau tahun 2021 memang lebih parah dari tahun sebelumnya. Dimana, banjir pada tahun sebelumnya itu berlangsung singkat, akan tetapi banjir yang terjadi di Jalan Trans Kalimantan Desa Pemda Barania ini berlangsung cukup lama, bahkan lebih dari satu bulan dan kondisinya sangat parah.

Menurutnya,  banjir yang dipicu faktor alam ini harus kita hadapi bersama guna meminimalisir terjadinya berbagai kerugian. Baik materiil maupun kerugian lainnya, sehingga pelayanan kepada masyarakat harus menjadi sekala prioritas.

Lanjut dikatakan Tony Harisinta, bencana banjir yang terjadi saat ini,  jangan sampai dimanfaatkan oleh segelintir orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk meraup keuntungan pribadi maupaun sekelompok orang. Oleh karenanya, pemerintah daerah harus mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menyikapi kendala yang dihadapi masyarakat saat ini adalah pelayanan transportasi penyeberangan untuk kendaraan roda dua. Pemerintah dareah menurunkan kekuatan yang didukung personel, sarana, danprasarana guna membantu, baik pengamanan di lokasi banjir termasuk membantu  penyeberangan kendaraan roda dua.

Lebih lanjut kata Tony Harisinta, kehadiran pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Satpol PP dan  OPD terkait tentunya dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jalan,sehingga tidak terbebani biaya penyeberangan saat melintasi lokasi banjir.

Perahu yang di miliki BPBD dapat di manfaatkan pelayanan penyeberangan masyarakat yang kurang mampu, evakuasi warga yang sakit, bahkan untuk ASN yang melakukan tugas di kedua kecamatan. Adanya peran pemerintah daerah di tengah bancana banjir dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan inilah wujud pemerintah dalam melindungi warga. (Penulis: HERI WIDODO/ Editor: DUDENK)