Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, Muliyanto Budihardjo. (FOTO TRANS HAPAKAT)

TRANS HAPAKAT – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau yang juga selaku Wakil Ketua Satgas Penanganan COVID-19 dr Muliyanto Budihardjo (17/7/2021) mengungkapkan selama dua hari terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 22 orang yang tersebar di empat kecamatan.

Dikatakan Muliyanto penambahan sebanyak 22 orang antara lain di kecamatan Kahayan Hilir sebanyak sembilan orang. Kecamatan Pandih Batu sebanyak 11 orang. Kecamatan Kahayan Kuala dan Kecamatan Kahayan Tengah masing-masing satu orang.

Kecamatan Kahayan Hilir pasien positif berasal dari Desa Anjir Pulang Pisau berjumlah empat orang. Kelurahan Bereng sebanyak tiga orang. Desa Mantaren I dan Desa Hanjak Maju masing-masing satu orang.

Kecamatan Pandih Batu pasien positif berjumlah sebanyak 11 orang, berasal dari Desa Pangkoh Hulu sebanyak tiga orang, Desa Pangkoh Hilir sebanyak tujuh orang, dan Desa Talio Muara sebanyak satu orang.

Kecamatan Kahayan Tengah sebanyak satu orang berasal dari Desa Bereng Rambang dan Kecamatan Kahayan Kuala berasal dari Desa Tanjung Perawan satu orang.

Lanjut dikatakan Muliyanto dengan penambahan sebanyak 22 pasien positifdi kabupaten setempat selama dua hari, maka total jumlah pasien positif sebanyak 727 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak 32 orang.

Pasien  sembuh setelah menjalani pewatan selama dua hari sebanyak tujuh pasien dengan total pasien sembuh berjumlah sebanyak 621 orang, sedangkan total pasien yang menjalani perawatan sebanyak 74 orang.

Dari 74 pasien yang masih menjalani perawatan diantaranya di RSUD Pulang Pisau sebanyak 19 orang. RSUD Doris Sylvanus dan RS Muhammadiyah Palangka Raya masing-masing satu orang. RSUD Ulin Banjarmasin satu orang dan yang menjalani isolasi mandiri berjumlah 52 orang.

Dengan terus bertambahnya pasien positif, Muliyanto menghimbau agar masyarakat tetap mentaati disiplin protokol kesehatan. PPKM berbasis mikro di desa dan kelurahan diminta lebih intens mengawasi daerahnya masing-masing, karena di desa yang saat ini tingkat penyebaran COVID-19 cukup tinggi. (Penulis: HERI WIDODO/ Editor: DUDENK)